Gue rasa sisa-sisa kesialan gue yang kemarin belum juga surut. Oh my ass. Should I type REG PRIMBON and send it immediately, or REG MANJUR or REG MAMA or REG DANGDUT or REG TATTO, oh please, I am really in the great bad-luck period.
Mari kita jabarkan satu-satu. Oke, hal konyol terjadi lagi di kelas dan membuat gue benar-benar malu. Kalau boleh jujur, gue benar-benar malu amat sangat sekali sekali.
It looked like I would like to move to other school. Oke, I will not to tell all you guys. Karena ini benar-benar aib. Lupakan.
Ya cuma itu aja sih kesialan gue HARI INI. But, I mean, teman sekelas gituloh. 46 siswa. Muka gue mau gue taro dimana?
Next, tiga orang temen gue maen ke rumah. Entah kesialan apalagi. Yang pasti gelas gue pecah satu. Itu berarti stok gelas gue berkurang satu. Dan mungkin pada akhirnya gelas-gelas itu akan hilang dari peredaran perabot rumah. Dan suatu ketika gue akan minum air langsung dari dispenser. Sungguh ironis.
Di rumah, mereka membuat mie (sendiri) dan menonton DVD Simple Life Season 5. Mengetahui bagaimana beratnya menjalani hidup jauh dari orang tua, but hey, I am not so pity as you thought. Oke, gue sama sekali gak perlu dikasihani. I mean, I have a great life, great family and absolutely I have never so strongly felt any sense of loneliness on my life (And hope it will never happen to me. Amen). Oh c’mon, your eyes were talking :)
Selanjutnya, kita berempat berencana untuk nge-warnet. Cuma gue ama Yudith doang sih yang nge-warnet, sementara Aul dan Iprit belajar motor.
Karena gue sudah lama tidak ber-mIRC . Maka gue putuskan untuk ber-mIRC ria diiringi dengan hasrat menjahili orang yang begitu besarnya. Yes, mIRC is all about sex, FS, phone number and to pretend to be someone else.
Oh gosh, have you ever heard one of having-sex style called “sapi-diperah”. Yes, Iprit got the point! Oke, let’s imagine.
HAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAH!
Poin lucu jebol lebih dari 100.
Oke, oh ini kata-kata bijak dari Bapaknya Aulia a.k.a Bapak Bahar:
“Kelas 2 jangan maen terus, ingat Indonesia negara miskin. Hanya orang yang
rajin yang nantinya akan berhasil”
Ya seperti itulah kira-kira.
Bayu said: Oke, gue (mungkin) lebih baik atau setidaknya sedikit lebih baik dari anak muda Indonesia kebanyakan. Gue gak ngeroko, gak clubbing, gak minum, nilai-nilai gue (setidaknya) diatas rata-rata, gue nurut sama orang-tua, gue masih ingat Allah (walaupun) masih jarang shalat, gue gak pernah peke duit SPP buat jajan, gue gak pake narkoba, gue masih perjaka, gue takut dosa, gue gak ikut gank motor. Gue harap orang yang berhasil itu salah satunya gue. Amen.
Aduh, mau ngomong. Tapi gak bisa diomongin di blog.
Bayu pengen cepet gede ih :)
Bayu said: Oke, gue (mungkin) lebih baik atau setidaknya sedikit lebih baik dari anak muda Indonesia kebanyakan. Gue gak ngeroko, gak clubbing, gak minum, nilai-nilai gue (setidaknya) diatas rata-rata, gue nurut sama orang-tua, gue masih ingat Allah (walaupun) masih jarang shalat, gue gak pernah peke duit SPP buat jajan, gue gak pake narkoba, gue masih perjaka, gue takut dosa, gue gak ikut gank motor. Gue harap orang yang berhasil itu salah satunya gue. Amen.
Aduh, mau ngomong. Tapi gak bisa diomongin di blog.
Bayu pengen cepet gede ih :)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar