Minggu, 21 Desember 2008

Oh Saya Anak IPA (Terus Kenapa?)

Oh well. Konsep postingan gue kali sebelumnya telah gue tulis dalam notes FB gue.

“Edan euy anak IPA”

“Aduh bau rumus”

“Apa kabar newton, einstein, bakteria?”

Anjis rasanya pengen gue robekin tuh mulut orang yang ngomong begitu. Mereka ga akan tau dan gak akan pernah tau. Apa hebatnya sih anak IPA? Dan juga apakah definisi “bau rumus itu”? apakah bau rumus itu seperti “bau uang”? oh kalau begitu saya suka bau rumus. Oh dan kalo gue bilang kabar einstein baikbaik saja dan saya mempunyai sex affair dengan dia, lalu bagaimana? Gak akan ada yang peduli soal itu. Ngeek!

Kali ini gue mau ngomong bahwa IPA dan IPS itu sederajat alias selevel alias SAMA!
Jangan kaget dulu pembaca. Gue tau fisika dan sejarah itu bagai bumi dengan langit, bagai gue dengan kristen stewart. BEDA BANGET! Dan gue disini menghiraukan perbedaan itu. Gue tetep menganggap bahwa IPA dan IPS itu gak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah. Ilmu IPA butuh ilmu IPS begitu pula sebaliknya. Dan hebat sekali kalau ada orang yang mempunyai kecakapan IPA dan IPS sekaligus. Seperti gue tentunya. Ngok.

Dan inilah catatan kecil gue di facebook:

entah mimpi apa gue smalem, yg jelas hari ini kayanya klimaks
dari "kegagalan gue sebagai siswa SMA" . anjiss, ga separah itu lah tpi mungkin
klo disebut sbg "kegagalan gue dalam menempuh semester 3 " mungkin masih iya .
ah apalah itu namanya, yg jlas gue ngrasa gagal .
gue ambil IPA brarti gue mesti tau konsekuensi nya .
konsekuensi berkutat dgn angka, ga banyak maen, harus cinta matematik .
SEDANGKAN GUE? biologi gue lumayan, nah tpi kimia gue lalalala, maen masih
sering, matematik apeu? . sering bgt gue mikir: kayaknya ipa ga nerima gue deh .
dan bukannya gue gak berusaha supaya bisa dan bertahan di IPA . gue berusaha .
berusaha BANGET .
dan tadi, gue hampir ingin pindah jurusan IPS gara gara
ngliat nilai gue yg astagfirullah ITU-NILAI-KAN? matematik sgitu, fisika sgini,
tik sgtu, pkn sgini . anjiss hardcore bgt lah nilai gue .
dan dipikir juga niat gue pindah ke ips kayaknya terlalu
meng-underestimate-kan mata pelajaran khas ips itu sendiri . seakan akan ips itu
lebih mudah dan merupakan pelarian dari kgagalan gue di eksakta . dan gue maunya
pindah ke ips gara" GUE CINTA PELAJARANNYA dan bukan sbagai pelarian semata . ah
jgn tanya gue mengenai pelajaran ips; yg gue suka cuman sosiologi dan yg
lainnya? bahkan gue lebih gasuka ekonomi drpd kimia . dan wktu itu gue liat
daftar nilai anak ips; dan tentu saja nilai mereka sama hancurnya dgn nilai anak
ipa . then, IPS equals to IPA . no more no less .
nah skg? hanya demi citacita aja gue brtahan di ipa . no more
reason :)

Semoga catatan kecil ini dapat membuka mata kita semua untuk menuju kehidupan yang damai dan ke arah yang lebih produktif (naoon deui). Amien.

Tidak ada komentar: